Lainnya

Biaya Transportasi di Jepang

Sudah selayaknya jika Jepang menjadi negara maju. Salah satunya karena Jepang telah berhasil membangun dan menyediakan sistem transportasi yang modern dan canggih bagi warganya. Biaya transportasi di Jepang yang terkenal mahal membuat orang sering cemberut. Sementara itu, seluruhnya itu sekelas dengan mutu yang dikasihkan.
Kenyamanan dan ketertiban sistem transportasi di Jepang membuat negara-negara Asia iri dan terus berusaha mengejar. Namun bagi wisatawan, hal semacam ini sangat dicari. Meski harus menanggung biaya transportasi di Jepang dengan harga tinggi. Artikel ini akan membawa pembaca lebih dekat dengan sistem transportasi di Jepang dan biayanya. Yuk, simak pembahasannya.

Sistem Transportasi di Jepang

Jepang pernah menyiapkan, mengonsep serta menciptakan sistem transportasinya semenjak lama. Jepang selalu berpandangan bahwa suatu saat negaranya akan maju dan membutuhkan sistem transportasi yang modern. Maka, tidak salah jika pada masa Kerajaan Meiji sekitar pertengahan tahun 1800-an Jepang memutuskan untuk membangun jalur kereta api. Sebuah pemikiran revolusioner pada waktu itu.
Sistem transportasi di Jepang terkenal dengan konektivitas yang baik. Selain itu, seiring berkembangnya teknologi, begitu pula dengan kecanggihan sarana transportasi di Jepang. Kota-kota besar di Jepang, yang umumnya sangat sibuk, sangat bergantung pada transportasi darat. Moda transportasi yang paling umum adalah kereta bawah tanah.
Selain itu, bus kota juga menjadi pilihan warga di kota-kota di Jepang. Sistem transportasi di Jepang mengutamakan ketepatan waktu dan konektivitas. Rata-rata, kedatangan kereta api atau bus tidak pernah terlambat. Selain itu, penumpang dapat memantau sepenuhnya apakah kereta api dan lokasi kereta api yang akan mereka tumpangi.
Transportasi darat dan air juga sangat modern. Ada 98 bandara yang dimiliki Jepang. Narita, yang merupakan Bandara Internasional di Tokyo, adalah salah satu bandara tersibuk di dunia. Jepang juga memiliki sekitar 662 kapal yang berfungsi sebagai alat transportasi massal dan barang. Rute air yang dilayani tidak hanya domestik tetapi juga luar negeri.
Biaya transportasi di Jepang dikenal mahal, terutama untuk taksi dan kereta cepat. Itu sebabnya kereta api dan subway menjadi pilihan favorit orang-orang yang tinggal di Jepang. Bagi wisatawan, disarankan untuk berjalan kaki jika jaraknya tidak terlalu jauh. Atau maksimalkan transportasi darat lainnya.
Khusus untuk kereta api berkecepatan tinggi atau Shinkansen yang menghubungkan pulau dan kota di Jepang, kisaran harganya bisa mencapai 8.000 – 14.000 Yen. Akan tetapi dengan kekencangan periode, pastinya moda pengiriman ini sungguh efisien. Sedangkan untuk taksi, tarifnya bisa mencapai 700 yen untuk dua kilometer pertama. Selanjutnya akan menambah sekitar 90 Yen. Cukup mahal, bukan?

Jenis-Jenis Transportasi Umum di Jepang

Sebelum pergi ke Jepang untuk tinggal atau berwisata, sebaiknya Anda mengetahui dengan baik jenis-jenis transportasi umum di Jepang. Hal ini sangat penting agar mobilisasi selama di Jepang dapat berjalan efektif dan efisien. Pasalnya, biaya transportasi di Jepang, terutama pada beberapa angkutan umum cukup mahal.
Berikut ini adalah pilihan transportasi umum yang bisa digunakan selama di Jepang:

1.Kereta Lokal Subway 

Kereta Lokal Subway atau subway lewat di hampir semua kota besar. Di Tokyo ada JR Yamanote loop line yang melintasi pusat kota, harga mulai dari 130 Yen. Subway Tokyo Metro, bisa ditempuh dengan harga 160 yen sedangkan Toei (Metropolitan) mulai dari 170 yen. Tarif ini akan meningkat sesuai dengan jarak yang ditempuh.

2. Bus

Bus merupakan transportasi favorit selain kereta api. Pasalnya, halte bus yang tersedia di sana cukup banyak. Hanya membutuhkan waktu 1-2 menit untuk mencapai halte bus terdekat. Tarif sekali jalan dengan bus sekitar 230 Yen. Namun, jika ingin lebih hemat, Anda bisa membeli one day pass seharga 600 Yen di beberapa lokasi wisata.

3. Shinkansen

Transportasi primadona di Jepang yang terkenal di dunia adalah Shinkansen. Shinkansen digunakan untuk perjalanan antar kota. Hanya dalam 4 jam, seseorang dapat melakukan perjalanan dari Tokyo ke Hiroshima. Sedangkan untuk Tokyo ke Kyoto, hanya 2 jam 15 menit melalui jalur Nozomi. Tarifnya cukup mahal, sekitar 14.000 Yen. Bagi pelajar yang hemat tentu tidak disarankan menggunakan Shinkansen.

4. Taksi

Salah satu pemindahan yang setidaknya disingkirkan di Jepang merupakan taksi. Namun, dalam situasi darurat tertentu, taksi harus digunakan. Orang Jepang menggunakan taksi hanya untuk jarak pendek dan darurat. Alasannya tak lain adalah biaya yang mahal, belum lagi biaya tunggu. Selain itu, ada biaya larut malam sebesar 20% untuk transportasi di tengah malam.Biaya Transportasi di Jepang

Cara Naik Angkutan Umum di Jepang

Untuk bus caranya sangat mudah yaitu dengan membeli tiket di terminal, melalui telepon, minimarket dan juga secara online. Hampir semua bus di Jepang sudah menyediakan layanan pembelian tiket online. Ada tiga jenis pilihan tiket, yaitu tiket sekali jalan, booklet beberapa tiket dan tiket pulang pergi. Bus hanya berhenti di halte bus.
Tiket kereta reguler bisa dibeli di stasiun atau online. Tiket JR Pass untuk perjalanan sepuasnya di shinkansen dan kereta JR, dapat dibeli dengan mudah melalui internet dan hanya dapat dibeli di luar Jepang karena tiket ini ditujukan bagi wisatawan yang ingin merasakan Jepang di lebih dari satu lokasi dalam waktu singkat. Sudah banyak biro perjalanan atau website travel yang menyediakan pembelian tiket JR Pass. Wisatawan internasional tidak akan kesulitan membeli tiket kereta api.

Budaya Mengendarai Angkutan Umum di Jepang

Masyarakat Jepang menggunakan transportasi umum sebagai pilihan utama. Hal ini bukan tanpa alasan, salah satu kebijakan pemerintah ditengarai menjadi penyebabnya. Biaya transportasi di Jepang disesuaikan dengan standar yang ditetapkan oleh pemerintah. Dan yang termurah adalah kereta lokal.
Selain itu, harga mobil, bensin, pajak kendaraan bahkan tarif parkir di Jepang sangat mahal. Hal inilah yang membuat default orang Jepang adalah naik kereta api. Selain murah, juga cepat. Orang Jepang sangat tertib saat berada di transportasi umum. Mulai dari tertib antrean dan juga mematuhi segala aturan terkait transportasi. Penumpang juga berusaha datang tepat waktu ke halte atau terminal.
Karena warganya suka naik angkutan umum, di Jepang jarang ditemui kemacetan. Kalaupun ada, tidak separah kemacetan di Jakarta yang bisa berlangsung berjam-jam. Mengendarai mobil ke tempat kerja bukanlah pilihan utama orang Jepang. Selain mahal, menggunakan mobil sebenarnya bisa memakan waktu lebih lama daripada kereta.  
Biaya transportasi di Jepang mahal terutama untuk Shinkansen karena kecepatan dan kenyamanannya. Sedangkan untuk kereta api lokal, biayanya masih cukup terjangkau. Cerdas dalam memilih moda transportasi yang tepat selama di Jepang dapat menghemat banyak uang. Jika jarak antara satu tempat dengan tempat lainnya dekat, usahakan jalan kaki saja. Trotoar di Jepang sangat nyaman bagi pejalan kaki.

Akhir Kata

Itulah Artikel “Biaya Transportasi di Jepang“, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
Jangan Lupa untuk share ke teman kalian dan kerabat kalian, agar mereka juga ikut mendapatkan Wawasan Terbaru juga.
Jika Ada kekurangan atau kritik dan saran jangan sungkan untuk komentar yah, karna itu sangat membantu kami untuk menjadi lebih baik lagi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button