Lainnya

Kekuatan Budaya Jepang: Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari Hingga Bertahan Sejak Zaman Kuno

Budaya merupakan hal unik yang dapat menjadi ciri khas suatu daerah dan masyarakat di dalamnya. Karena budaya merupakan nilai dan cara hidup yang diturunkan dari generasi ke generasi. Melihat budaya Jepang, ada banyak hal yang menarik untuk dibahas. Memiliki nilai dan prinsip hidup yang baik dapat berdampak positif pada berbagai aspek kehidupan.
Ada banyak hal yang mempengaruhi suatu budaya, seperti bahasa, kesenian di daerah, hingga sistem sosial. Dari situ dapat dilihat bagaimana sekelompok orang menjalani kehidupannya. Budaya Jepang masih kental dengan nilai-nilai nenek moyangnya. Meski sudah bercampur dengan budaya asing, namun alangkah baiknya masyarakat Jepang mampu mempertahankan budaya aslinya.

Budaya dalam Persahabatan

Pada dasarnya orang Jepang memiliki sifat pemalu sehingga tidak mudah untuk terbuka dengan orang asing. Oleh karena itu, undangan untuk mengunjungi rumah mereka adalah sesuatu yang istimewa dan kesempatan untuk mengenal satu sama lain lebih baik. Datang tepat waktu adalah bentuk penghormatan yang sederhana. Jangan datang terlalu dini karena ini akan membuat mereka tidak nyaman. Mereka bisa saja masih mempersiapkan rumah atau melakukan aktivitas lainnya.
Sebaliknya, datang terlambat dianggap tidak sopan, apalagi lebih dari setengah jam. Jika Anda terlambat sekitar 15 menit masih dapat ditoleransi, tetapi lebih dari itu Anda harus memberi tahu tuan rumah. Adapun datang tiba-tiba tanpa janji akan dianggap tidak sopan. Dalam budaya lain ini mungkin dianggap sebagai kejutan. Sayangnya, tidak demikian dengan orang Jepang.
Salah satu budaya Jepang yang unik saat bersilaturahmi adalah dengan membawa bingkisan atau bingkisan. Tidak harus sesuatu yang mahal dan mewah, cukup buat kemasannya terlihat menarik atau gunakan pouch yang lucu. Orang Jepang menyebutnya “omiyage” yang berarti “hadiah”. Beberapa orang membawa makanan ringan, sebotol anggur, atau sekeranjang buah sebagai hadiah.

Festival Budaya Setiap Tahun

Rasam Jepang yang sukses menarik atensi pengunjung mancanegara ialah kegiatan festivalnya. Hampir sepanjang tahun di Jepang selalu ada festival yang diadakan. Setiap festival diadakan pada musim tertentu dengan tujuan tertentu pula. Ada makna filosofis di balik setiap perayaan. Dengan begitu, musim apapun cocok untuk berlibur ke Jepang.
Musim yang paling ditunggu-tunggu oleh wisatawan adalah musim semi. Selama periode itu ada Hanami, yang merupakan perayaan melihat bunga sakura. Orang-orang akan duduk di bawah pohon sakura bersama keluarga atau teman sambil makan jajan, minum, dan bernyanyi. Kegiatan ini berlangsung pada bulan April.
Beberapa festival besar lainnya adalah Festival Nagoya. Festival ini diadakan pada musim gugur, di pertengahan Oktober. Banyak turis asing yang menantikan Festival Nagoya karena ada banyak prosesi Mikoshi oleh pria dan wanita yang berpakaian seperti orang masa lalu. Perayaan ini bertujuan untuk menghormati tiga pendekar Jepang pada abad pertengahan, yaitu Oda Nobunaga, Toyotomi Hideyoshi, dan Tokugawa Ieyasu.
Konkurs besar yang ada yang menjelaskan pikiran Jepang yaitu konkurs Aoi Matsuri tiap bertepatan pada 15 Mei. Festival ini diadakan di kota Kyoto dan melibatkan banyak orang. Salah satu yang menarik dari Festival Aoi Matsuri adalah orang-orang yang berpakaian tradisional pada periode Heian. Mereka akan berbaris dari Kastil Kyoto ke Kuil Shimogamo dan akhirnya ke Kuil Kamigamo.

Budaya Modern

Modernitas dalam budaya Jepang dapat dilihat pada industri media dan fashion. Budaya ini berangkat dari cara hidup orang Jepang yang diakui dicintai oleh dunia luar. Nilai-nilainya ditransfer melalui TV, komik, fashion, musik dan banyak lagi. Semakin populer, akhirnya terbentuklah sekelompok orang yang sangat menyukainya. Mayoritas dari mereka adalah anak muda dari berbagai belahan dunia.

1. Manga

Manga bagi orang Indonesia lebih familiar dengan istilah komik, yaitu sebuah buku yang berisi kumpulan gambar-gambar yang berisi sebuah jalan cerita. Genre dapat bervariasi tergantung pada penulis. Manga akan dicetak hitam putih di atas kertas berukuran majalah atau buku telepon. Tapi sekarang komik di Indonesia jauh lebih kecil dari itu. Cerita manga sering serial dan terdiri dari beberapa episode. Manga merupakan salah satu media penting dalam menyebarkan nilai-nilai budaya Jepang ke seluruh dunia.

2. Cosplay

Cosplay merupakan gabungan dari dua kata yaitu “kostum” dan “bermain”, yaitu suatu pertunjukan seni dimana setiap orang memakai kostum tertentu. Kostum tersebut akan dilengkapi dengan aksesoris untuk memperkuat karakter yang akan ditampilkan. Biasanya karakter diambil dari karakter anime, komik, film, musisi, dan sebagainya.
Bagi pecinta manga dan anime, kompetisi cosplay menjadi momen yang mengasyikkan. Di sini Anda bisa melihat seseorang meniru karakter yang mereka idolakan. Pemenang kompetisi adalah yang paling mirip, mulai dari kostum hingga peragaannya. Semakin kuat karakter yang ditonjolkan, akan semakin menyerupai bentuk aslinya.

3. Anime

Hampir mirip dengan manga, hanya saja gambar di anime terasa lebih nyata. Sebenarnya istilah anime merupakan serapan dari bahasa Inggris yaitu “animation”. Anime produksi Jepang memiliki ciri khas dibandingkan dengan animasi dari negara-negara Amerika atau Eropa. Sebenarnya anime sudah dikenal sejak tahun 1917, namun baru dikembangkan pada tahun 1960 dan populer di luar Jepang pada tahun 1980-an.
Anime pada awalnya hanya disiarkan melalui TV yang dikenal dengan kartun. Namun seiring dengan perkembangan teknologi, anime kini dapat ditemukan di film bioskop, video game, iklan, hingga internet. Hingga saat ini, banyak komunitas pecinta anime di tanah air. Anggotanya bukan orang Jepang asli, tetapi warga dari bagian lain benua.Kekuatan Budaya Jepang: Dekat dengan Kehidupan Sehari-hari Hingga Bertahan Sejak Zaman Kuno

Budaya Tradisional Budaya tradisional

Jepang sudah ada sejak zaman dahulu tetapi masih ada sampai sekarang. Inilah hebatnya budaya Negeri Sakura karena mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman. Banyak orang asing yang jatuh cinta dengan Jepang melalui budaya tradisional ini. Beberapa budaya tradisional Jepang yang terkenal adalah, sebagai berikut:

1. Kabuki

Kabuki adalah pertunjukan teater tradisional Jepang yang penuh dengan nyanyian dan tarian. Para pemain akan memakai riasan putih yang sangat tebal yang terlihat seperti porselen. Warna putih didapat dari tepung beras yang dioleskan ke wajah mereka. Awalnya pemain kabuki terdiri dari laki-laki dan perempuan, namun karena masalah moral, kini perempuan tidak lagi bermain kabuki.
Jika Anda membutuhkan peran perempuan, tetap laki-laki yang akan memainkannya, yang disebut “onnagata”. Peran tersebut terlihat dari gerak dan ekspresinya yang lebih feminim seperti perempuan. Hingga saat ini kabuki masih dapat ditemukan di beberapa tempat sebagai bentuk pelestarian budaya mereka.

2. Geisha

Geisha mulai muncul sekitar abad 18 atau 19 dan masih terkenal sampai sekarang. Nama lain untuk Geisha adalah “Geiko”. Ada juga istilah “Maiko”, yaitu sebutan untuk Geisha pemula. Geisha dulunya adalah seorang pria, namun perlahan perannya digantikan oleh wanita. Mereka tampil menghibur tamu dengan menyanyi, menari, atau memainkan alat musik.
Geisha akan tinggal di sebuah rumah bernama “Okiya”. Di sana mereka mengasah keterampilan artistik dan lainnya. Seringkali gadis-gadis miskin dari pedesaan dibawa ke sana untuk pelatihan. Hingga saat ini tradisi ini masih dapat dijumpai di Jepang.

3. Ikebana

Ikebana adalah budaya merangkai bunga di Jepang. Bagi orang Jepang, bunga merupakan sesuatu yang mulia karena dianggap sebagai tempat tinggal Tuhan. Awalnya merangkai bunga sangat sederhana. Namun kreativitas terus berkembang untuk menciptakan sesuatu yang kompleks. Terakhir, orang yang ingin merangkai bunga perlu pelatihan khusus. Bunga yang dirangkai bisa bermacam-macam dan bisa juga dipadukan dengan rerumputan.
Masih banyak budaya Jepang lainnya yang menarik untuk dibahas karena sangat unik jika dibandingkan dengan budaya negara lain. Hal inilah yang menyebabkan Jepang tetap eksis di dunia internasional. Meski negaranya terpisah menjadi beberapa pulau, Jepang tetap mampu mempertahankan nilai-nilai leluhurnya.

Akhir Kata

Itulah Artikel “Judul”, Semoga bisa menambah wawasan kalian yah.
Jangan Lupa untuk share ke teman kalian dan kerabat kalian, agar mereka juga ikut mendapatkan Wawasan Terbaru juga.
Jika Ada kekurangan atau kritik dan saran jangan sungkan untuk komentar yah, karna itu sangat membantu kami untuk menjadi lebih baik lagi.

Related Articles

Leave a Reply

Your email address will not be published.

Back to top button